Amara yang disusul oleh Bara lantas digandeng memasuki kantor layaknya suami yang harmonis terhadap istrinya. Wanita itu berusaha melepaskan diri dari tangan Bara, namun malah digandeng erat sambil membisikkan kalimat di telinga Amara. “Biarkan saja seperti ini sampai kita masuk ruangan,” bisik Bara yang ingin bersama-sama Amara selama berada di kantor. Amara yang pipinya memerah akibat tamparan dari Nadia, hanya bisa mendesah sebal pada Bara. Sedangkan Nadia yang ditinggalkan begitu saja oleh sepasang suami istri itu di depan kantor serasa bagaikan cacing kepanasan. Amara tak pernah meladeni sekretaris Bara tersebut. Tak peduli hingga ia kebakaran jenggot sendiri. Merasa gregetan sendiri pada Bara yang semakin menempel pada istrinya layaknya perangko. Sepasang suami itu memasuki lif

