79. Petaka Bagi Sang CEO

1446 Kata

Hujan yang mengguyur kota Jakarta di malam hari membuat wanita cantik yang tengah menanti kepulangan sang suami menjadi resah dan gelisah. Jam sudah menunjukkan pukul 23.30 WIB yang artinya sudah semakin larut malam. Amara masih terjaga dari tidur. Tak mampu memejamkan matanya kali ini. Perasaan campur aduk melanda dirinya. Merasa tidak tenang malam ini. Mengapa hari ini perasaanku nggak enak ya? Bara juga belum bisa dihubungi. Aku jadi khawatir. Apa perlu aku pergi kantor sekarang? Tapi hujan lebat seperti ini dan pasti suamiku marah kalau tahu aku nyetir mobil sendiri malam-malam begini. Amara bergumam dalam hati. Ia dilanda kebimbangan. Saat tahu sang majikan belum tertidur, Ulfa selalu asisten rumah tangga mengetuk pintu kamarnya untuk menyodorkan segelas s**u hangat dan snack yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN