Fifteen

1394 Kata

Juwita berhasil menyelesaikan co-assnya di klinik jiwa dan anestesi dengan cepat, dalam waktu sebulan. Dia pun mendapat nilai yang baik dari seluruh dokter pembimbingnya. Selain itu, diperkirakan dia bisa di sumpah menjadi dokter kira-kira akhir bulan depan. Ya... setelah dia selesai di klinik anak. Mengenai Billy... Oke, mereka tidak berstatus pacaran, maupun bermusuhan. Hanya teman biasa yang spesial. Cukup sulit untuk dijelaskan sebenarnya. "Juwita-nya ada?" Tanya Billy di meja resepsionis. "Oh, ada. Juwita sedang menemani pasien kecilnya bermain di sebelah sana," balasnya sambil menunjukkan tempat Juwita berada. Billy mengucapkan terima kasih, lalu melihat Juwita dari kejauhan sedang memangku bocah lelaki yang--sepertinya habis menangis. Sesekali Juwita tersenyum dan tertawa selam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN