Twenty-Seven

1300 Kata

Juwita. Sambil membaca namanya itu, Juwita mulai menitikkan air matanya lagi. Dia membuka amplopnya dan mulai mengeluarkan isinya. Dia pastikan pintu kamarnya sudah tertutup rapat agar tidak di dengar oleh siapapun. Termasuk Jeremy dan Engkong yang sewaktu-waktu bisa masuk ke dalam kamarnya tanpa ketukan. Juwita menyeka air matanya dan tersenyum sambil membaca surat dari Billy. Mungkin kau menangis, tapi aku harap kau tersenyum saat membaca surat yang kutuliskan untukmu ini. Aku pergi saat ini, dan maaf kalau aku tidak tahu kapan aku akan kembali. Juwi, ini surat pertamaku yang kutulis untuk perempuan setelah sekian lama lagi. Aku berjanji untuk kembali padamu setelah tugasku ini selesai. Tapi jika menungguku adalah hal yang terlalu melelahkan untukmu, dan jika menungguku adalah hal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN