Bab 58 Kemenangan

1159 Kata

“Malika akan datang, Ris?!” tanya Helena gugup sekali, tangannya tak henti meremas jemari yang kini jadi berkeringat basah. Sudah hampir satu jam lewat dari waktu akad nikah, tetapi Malika, calon menantunya belum kunjung muncul. Sementara itu kediaman Helena mulai dipenuhi ramai orang yang datang dengan undangan. Kebanyakan dari mereka merupakan teman dekat Helena pula. Sebelumnya Helena dengan bangga menyebarkan undangan nikah putranya, kertas mewah bertekstur impor serta beraroma parfum kelas atas. Namun, dua hari lalu calon mempelai wanita itu minggat dari pingitannya. “Malika bilang sedang dalam perjalanan, Ma,” Aris menenangkan. “Tadi macet.” Helena tak urung menggerutu. Pelan saja karena tak mau didengar sekitarnya. “Sudah Mama bilang, mending kamu saja yang jemput dia!” “Aris su

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN