Bab 54 Pembicaraan tersembunyi

1408 Kata

Malika sempat tertawa melihat seriusnya Almas dengan penuturannya itu. Namun, saat detik berganti Malika benar-benar punya rasa sesak yang penuh di d**a. Sebuah sesal, mengapa dulu ia membangkang Arta ketika diminta bertemu Almas. Mungkin saja jika Almas yang bertemu dengannya lebih dulu daripada Aris maka takdir Malika akan berbeda. Setidaknya Malika tak akan tahu kisah Helena sebagai mertua jahat atau tipuan Aris yang membuat mentalnya berantakan. Malika menyusutkan sesak itu perlahan dengan embusan napasnya. Serius ia meminta, “Aku tahu. Sopan sekali dirimu sampai menerangkan hal itu. Malam ini saja, Almas.” Almas akhirnya mendekat walaupun rasa berdebar hebat jantungnya, “Anda sudah mengabari Tuan Arta?” Malika menggeleng pelan. Meski ponselnya sudah diaktifkan lagi tak ada pesan at

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN