Bab 34 Canggung

1601 Kata

Sepanjang hari kerja Almas mengajari Malika seperti biasanya, hanya saja, dingin seperti kulkas bersuhu beku tanpa rayuan atau kata-kata canda seperti biasanya. Datar dan tegas. Malika tentu tak nyaman dengan perbedaan tersebut, sayangnya ia tak bisa protes setelah berhasil membuat kesan permusuhan di antara mereka. Sampai sore menjelang pulang pun Almas tak menegur kecuali untuk hal-hal mendesak atau diperlukan. “Jam kerja sudah selsai, saya duluan, Nona.” Malika yang belum selesai beberes isi tas mencegahnya, “Almas …!” “Hm?” tanya lelaki itu menghentikan langkah sebelum mencapai pintu. “Berkenan mengantarku pulang?” Almas berdecak lidah, “Bukannya Anda ingin mampir ke toko perhiasan?” “Tidak jadi, lain kali saja.” Malika rasa sudah kehilangan mood baiknya. Ia menatap penuh harap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN