Bab 36 Lelah

1367 Kata

“Anda yakin baik-baik saja, Nona?” tanya Almas untuk kesekian kalinya. Malika mengangguk sambil mengaduk cokelat panasnya. Mereka sudah selesai memilih kalung, bahkan Malika sedang mengenakannya. Meski begitu, bagi Almas tetap saja Malika aneh terlihat. Ada yang berbeda dari semangatnya yang padam setelah tiba-tiba tadi menghilang. Namun, tak bisa memaksa juga jika Malika tak mau bercerita ada apa. “Maaf karena menyeretmu malam-malam begini,” ungkapnya sungkan. “Tak apa. Anda bisa menyeret saya kadang-kadang. Asal jangan datang seperti tadi.” Malika tersenyum. “Kenapa? Ada rahasia apa sebenarnya?” “Saya belum akan mandi sampai menjelang tidur. Biasanya begitu kecuali ada janji lebih dulu.” Malika mengangguk saja. Almas meringis, “Mungkin Anda mencium aroma tidak sedap dari saya?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN