Almas membaca label restoran yang saat ini sedang dipantaunya dari dalam mobil. Tadinya Almas khawatir Aris akan membawa Malika ke hotel karena tak melewati jalanan menuju rumah Danuarta, tetapi ternyata mereka masuk restoran dengan ibu Aris juga. Almas sudah menunggu setengah jam, menahan rasa laparnya sendiri hingga mendadak Malika mengirimkan pesan. Malika. Tolong aku! Lakukan panggilan setelah dua menit. Almas menggunakan dua menit itu untuk menerka apa yang terjadi hingga Malika harus menjeda waktu menghubunginya. Sekitar 2 menit kemudian Almas berdebar menanti jawaban Malika. “Ya, Ayah?!” Cukup satu kalimat singkat itu Almas sudah tahu apa yang terjadi. Lelaki yang biasanya berparas serius tersebut tertawa lepas gara-gara suara panik Malika. “Ya ampun. Saya benar-benar menda

