*** Buru-buru Tisha masuk ke dalam dan menutup pintu apartemen dengan rapat setelah tak lagi melihat punggung ayahnya. Tisha meraih ponsel yang tergeletak di atas tempat tidurnya. “Apa Pak bos udah lihat story aku?” tanyanya pada diri sendiri. Senyum di wajahnya menunjukkan rasa penasaran yang dalam. Berharap si bos besar di kantor melihat sendiri status terbaru yang sengaja ia khususkan itu. Namun, tiba-tiba senyum itu hilang sebab masih belum ada tanda-tanda Arka melihat storynya. “Kok nggak ada sih?” “Apa hari ini Pak Arka beneran sibuk?” Tisha membuka room chatnya dengan Arka yang terbilang sangat sepi itu. Ragu, apakah harus menghubungi Arka atau tidak. Tck! Akhirnya dilemparnya benda pipih itu ke atas tempat tidur. Dia sendiri ikut melemparkan diri setelah itu. Tentu saja

