*** Vino baru saja keluar dari unitnya setelah pukul Delapan malam. Lelaki itu akan menghadiri sebuah pesta ulang tahun perusahaan dari seorang kolega bisnis ayahnya. Mulut manisnya berhasil membuat ayahnya merelakan undangan pesta ulang tahun tersebut kepadanya. Tidak ada yang bisa menolak keinginan seorang Arvino Bagaskara. Bahkan ayahnya pun demikian. Kini, lelaki itu tengah melajukan mobil mewahnya menuju pesta. Tuxedo berwarna hitam menjadi setelannya mala mini. Rambutnya di tata rapi oleh penata rias yang tadi ia undang ke apartemennya. Vino benar-benar tampan. Vino sungguh percaya diri datang ke pesta mewakili ayahnya tercinta. Tak perlu membawa pasangan sebab ia yakin semua wanita akan mendekat padanya. Tak sabar lelaki itu ingin mengenalkan diri sebagai seorang pewaris dari

