Chapter 14

1519 Kata

"ARGH! Hunt, berhenti! Kumohon! Itu sakit sekali, akh!" rintih Paula. Gadis itu memberontak atas apa yang Hunt lakukan, ia terisak menangis menahan sakit pada bagian anusnya. Hunt benar-benar menghukum Paula kali ini. Bukan karena Paula yang bermain didapur, melainkan karena ketidakjujurannya saat memperbaiki rekening tabungannya. "Jangan menangis ,sayang. Kau akan merasakan kenikmatan setelah hukuman ini selesai," ujar Hunt. "Akh! Hunt,sakit ... hik ... hik," rintih Paula lagi. "Apa kau akan mengulangi kesalahanmu?" tanya Hunt memastikan. "Tidak ,Hunt. Aku janji, kumohon lepaskan benda itu, akh ... aahhh." Hunt terkekeh mendengar gadisnya yang merengek untuk menyudahi aksinya itu. Bukannya berhenti, justru Hunt semakin menggila dengan menggerakkan alat itu keluar-masuk. Lalu ia juga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN