" kenapa El harus ikut penilaian orang tua? bukannya orang tua akan bahagia jika anak mereka bahagia?" tanya El " memang benar non. Tapi untuk masalah ini lebih baik non nurut sama tuan dan nyonya. Mereka tidak akan menjerumuskan non." tutur bi irah " kenapa aku merasa ada sesuatu yang bibi tutup tutupi. Bibi juga bersekongkol sama mama papa? Bibi juga tidak mau aku bahagia?" cecar Elrina. " memang apa yang bibi tutupi? Bibi ingin selalu lihat non bahagia." jawab bi irah gugup. " Aku tahu pasti bibi orang yang seperti apa. Aku selalu menganggap bibi sebagai ibu ku. Apa bibi tidak merasa sedang menyembunyikan sesuatu dariku?" selidik EL " Ah enggak... non mah bisa aja." bi irah mengelak. Tiba-tiba di luar kamar terdengar gelas jatuh. Mereka berdua dengan cepat membuka pintu. Mata mer

