kring....kring... Suara telepon mengalihkan perhatian kedua orang itu. " Ada apa Dian?" tanya Arjuna pada sekretarisnya. " Maaf pak, nona Bella menerobos masuk ke ruangan bapak. Saat sudah mencoba melarangnya ta....." Dian belum selesai bicara. brak.. " Baiklah saya mengerti. terima kasih." Arjuna menutup teleponnya " Bukankah sangat tidak profesional untuk nona Bella. Seorang model internasional untuk mendobrak pintu kantor pemimpin perusahaan?" tegas Ryan. " Aku tidak ada waktu untuk meladeni seorang asisten." sombong Bella Ryan mengepalkan tangannya menahan amarah. " Apa yang membawa nona Bella jauh jauh kemari dan mendobrak pintu karena tidak sabar?" tanya Arjuna " Bisakah kita bicara berdua saja?" " Maaf, Ryan adalah assisten ku dan juga sahabat ku. Apapun tentang aku, lua

