Senin adalah hari yang sama. Bukan hanya jalanan di setiap sudut kota Jakarta yang sibuk. Bahkan perusahaan glory group sudah seperti koloni lebah yang bekerja.
Bak pangeran berkuda putih, Arjuna turun dari mobil sport mewah miliknya.
Dia berjalan memasuki lobi dengan sangat berwibawa.
Resepsionis dan karyawan yang berlalu lalang di lobi memberikan salam hormat kepadanya. Sebagai CEO muda,dia membalas salam karyawan nya dengan senyum dan anggukan kepala.
Sepanjang dia berjalan dari lobi hingga depan ruang kerjanya banyak karyawan yang mengagumi kecerdasan dan ketampanan nya. Terlebih lagi para karyawan perempuan yang masih single.
Banyak dari para karyawati yang kadang sengaja mendekati nya. Arjuna menjadi pria idaman para kaum hawa. Banyak wanita bermimpi menjadi istrinya.
Dari kejauhan Ryan melihat bossnya yang berjalan dengan tergesa gesa. Dia bersiap menempatkan diri dan berjalan mengikuti langkah bossnya itu.
" sudah kamu atur jadwal saya hari ini.?" tanya Arjuna.
" sudah boss. Hari ini boss ada rapat dengan para manager jam 9 dan rapat dengan departemen keuangan jam 2 siang. jam 11 siang bos ada meeting dengan klien di mutiara restoran. Dan yang terakhir pertemuan dengan klien dari Jepang jam 4 sore." jawab Ryan panjang.
" file untuk hak paten yang saya minta kemarin sudah beres? juga berikan laporan hasil survey karyawan tentang produk uji kita. Dan tolong berikan saya laporan keuangan bulan lalu." pinta Arjuna
" ini file hal paten yang boss minta. Laporan hasil survey karyawan,akan saya minta pak hamdun untuk membawanya. Dan laporan keuangan akan saya konfirmasikan ke Bu Eni." jawab Ryan
Semua karyawan glory group cerdas dan memiliki visi misi yang kuat. Sehingga tidak salah kalau glory group menjadi perusahaan yang badar dan bertahan selama belasan tahun.
Bahkan karyawan senior kepercayaan papanya masih ia pekerkajan di perusahaan.
Karena baginya, papanya dan para karyawan senior yang loyal lah yang mendasari kuatnya perusahaan.
Ryan yang tiba-tiba teringat pesan w******p dari bossnya berdehem..
" eehemmm... eehemmm.."
" kenapa?? keselek kecoak Lo?" tanya Arjuna yang matanya masih fokus pada file di tangannya.
"bos bilang ada yang mau di ceritain. Dan juga ada tugas buat saya?" tanya Ryan.
"Ehm.....iya sih." ucap Arjuna
" gue siap jadi pendengar yang baik. hehehe." jawab Ryan.
" Lo masih ingat Rina, anak IPA yang dulu pernah gue tembak?".
" Rina anak silat kan? ingat lah... gue juga ikut malu gara gara Lo. emang kenapa?"
" Dia Elrina,, calon istri gue." jawab Arjuna sambil senyum- senyum sendiri.
"hah...?? nggak salah?."tanya Ryan yang menganga tidak percaya.