flashback on
"Jun, kantin nggak... udah laper nih." ucap Ryan.
" Ntar aja ah.. gue mau persiapan nih buat nembak si Rina anak IPA itu." jawab Arjuna.
" yah elah ni anak,,emang bener dasar Playboy cap teri." ucap Ryan.
" Lo mau nggak nanti sore temenin gue ke GOR? dengar-dengar anak silat ada turnamen disana. sekalian gue nembaknya mau disana." tanya Arjuna cengengesan.
"okeh .karena Lo sohib gue, tapi ingat, kalau sampe Lo di tolak, jangan sangkutin gue ya. malu tau ah.," ucap Ryan
"siip.. Lo emang sohib gue." Jawab Arjuna tertawa senang.
Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. GOR di penuhi peserta turnamen dan para penontonnya. Semua mata tertuju pada pertandingan sengit pada babak final. hingga akhirnya Elrina dan kawan kawan berhasil menyabet beberapa juara.
Arjuna yang berencana akan menyatakan perasaannya itu tengah bersiap. sebenarnya Arjuna seperti mengenal Elrina. Tapi dia sendiri juga bingung. Elrina yang dia kenal orangnya gendut dan manja, tidak mungkin Elrina yang saat ini dia sukai adalah orang yang sama.
Arjuna sudah menyukai Elrina sejak pertama kali bertemu. Mereka bertemu tidak sengaja saat mereka sama-sama terlambat waktu upacara bendera.
karena banyak yang mengejar Elrina, Arjuna sengaja mundur mencari waktu yang tepat.
Dia mencoba menjadi Playboy dengan harapan Elrina cemburu dan memperhatikannya. Namun sayang,, sampai saat ini Elrina hanya cuek bebek.
"deg....deg"
suara jantungnya berdegup kencang. Dia memberanikan diri.
"Rin,,gue mau ngomong sama Lo." ucap Arjuna.
" iya.. memangnya ada apa?"jawab Elrina
Arjuna menyodorkan coklat kepada Elrina dan berkata " would you be my spesial girl? I 'll be good boy for you. please accept my feelings."
"deg..deg deg . "
" yang pertama...maaf aku nggak makan cokelat karena lagi die." jawabnya
" yang kedua...maaf aku masih sibuk belajar untuk bisa masuk ke universitas,jadi nggak ada waktu buat punya teman spesial." tambahnya
" dan yang ketiga... ini tempat umum. Dilihat banyak orang, malu euy." tegasnya.
Elrina pun pergi menjauh dari Arjuna karena malu. Begitu juga dengan Ryan,karena saat ini banyak orang yang melihat mereka.
~dasar deh ni playboy cap teri. garing deh gue dilihatin banyak orang.~ batin Ryan
"bro,,udah ah yuk pulang, nenek Lo pasti udah nunggu di rumah." ucap Ryan
" udah nyerah aja. nggak usah dipikirin lagi. Lo tadi denger kan dianya belum mau pacaran." imbuh Ryan
"nggak mungkin... kata menyerah nggak ada di kamus gue. jika tidak bisa menaklukkan hati satu cewek ini, jangan panggil aku Arjuna." ucap Arjuna.
flashback off