- 47 -

1245 Kata

Aku belum bergerak dari posisiku. Aku bahkan tak berani menoleh untuk melihat ke arah Rendi. Aku masih takut dengan perasaanku sendiri, terlebih saat mengingat kejadian semalam. Aku yang juga begitu menikmati permainan tersebut, membuatku merasa semakin bersalah dengan Alex. Kejadian semalam jelas salah. Sangat salah. Aku begitu terlarut dengan perasaanku hingga mengabaikan statusku sendiri. Aku begitu terlarut dalam rasa empati saat melihat Rendi yang patah hati lantaran kekasihnya di lamar orang lain, yang mana seharusnya tidak perlu aku pedulikan sama sekali. Hal tersebut jelas bukan urusanku, dan seharusnya aku tidak perlu terlibat dengan hal itu. Memeluk Rendi di tengah kerumunan orang saja sudah cukup, menyalurkan energi untuk menguatkannya yang semalam pasti sangat hancur. Seharu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN