Aldevaro tersenyum senang di dalam mobil. Akhirnya ia bisa terlepas dengan istri keduanya. Perasaannya lega. Satu masalah bisa ia selesaikan dengan mudah. Tapi … senyum Al memudar. Ia menunduk. Ia meninggalkan wanita itu dalam keadaan hamil. Bukankah ia sangat kejam karena tidak menganggap anak itu. Bagaimana pun anak itu darah dagingnya meski ia tidak menginginkannya. Al menghela napas panjang. Ia menyalakan mesin mobilnya. Ia beranjak pergi. Selama di perjalanan ia terus memikirkan Manda yang ternyata mengandung anaknya. Ia khawatir Lisa kecewa padanya karena kehamilan wanita itu. Tadinya ia begitu senang karena akan berpisah dengan Manda. Ia akan memberitahu kabar gembira itu pada istrinya, akan tetapi setelah mendengar Manda hamil ia jadi berat untuk menyampaikannya. Al takut Lisa m

