“Selamat siang, Pak.” Tiara masuk ke dalam ruangan Aldevaro. “Pak, hari ini kita ada jadwal makan siang sama klien. Bapak bisa, kan?” tanya wanita cantik itu. Al melihat kotak bekal yang terletak di mejanya. “Bu Lisa udah bekalian makan siang untuk Bapak ya, Pak. Ya udah, nanti saya bilang ke klien kalau Bapak gak bisa ikut makan siang.” Al menganggukan kepala. “Yah,” keluh Tiara dalam hati. Padahal tadi ia sangat senang akan makan siang bersama bosnya, namun gagal karena istri dari bosnya itu malah membekalkan makanan dari rumah. Sungguh menyebalkan. “Kalau gitu saya permisi, Pak.” Tiara keluar dari ruangan atasannya itu. Al membuka kotak makanan yang diberikan Manda yang isinya nasi goreng. Ia mencicipinya. Rasanya enak. Ia pun tanpa sadar mengangkat kedua sudut bibirnya. Entah k

