Al masuk ke dalam ruangan direktur. Ia duduk di kursi kebesarannya. Ia melepaskan dasinya dan membuka dua kancing atas kemejanya. Ia sangat merasa lelah habis meeting. Sempat cekcok di meeting tersebut membuatnya kehabisan energi dan menjadi sangat gerah. Meeting tadi sangat membuatnya naik darah karena kacau akibat rekan kerjanya yang tidak becus sehingga terjadi kesalahan dan membuatnya kehilangan klien yang ingin ia ajak kerja sama. Sungguh kesialan menimpanya hari ini. Padahal jika ia berhasil bekerja sama dengan perusahaan itu maka perusahaannya akan mendapatkan keuntungan yang besar. “Benar-benar sial!” makinya sambil memukul meja. Pintu terbuka. Tiara masuk ke dalam ruangannya. “Permisi, Pak,” ucap wanita itu. Tiara menghampiri Aldevaro. “Pak, apa Bapak baik-baik aja?” tanyanya.

