Aku dan Derry

1862 Kata
Aku sangat menikmati perjalanan ini. Disampingku, kamu sedang menyetir, santai. Tak lupa senyum manismu, yang tak pernah lepas dari bibirmu. Yah, kamu pasti sedang bahagia, setelah kita selesai bercinta, memadu hasrat dan nafsu bira*i. Kamu menggumuliku berulang kali. Kamu memang sangat memuaskan di ranjang. 5 jam yang lalu. Derry terus saja mencium bibirku, tangannya tak lepas dari p******a ku,meremas dan membelai putingku. Aku tak bisa menolak. Kamu memabukkanku. Ibarat candu, aku ketagihan. Perlahan, Derry mendorong tubuhku ke ranjang king size hotel tempat kami akan menginap. Kamar kami terpisah, tetapi,Derry menginginkan aku untuk tidur bersamanya. Aku memejamkan mata, menikmati lidah Derry yang sedang mencumbuhiku. Dari bibir, perlahan mulai mencium leherku, membuatku merintih manja, melenguh nikmat. Kedua bukit kembarku, kesukaan Derry, karena lebih berisi dan ukurannya lebih besar dari istrinya katanya. Derry tak pernah melewatkan bukit kembar nikmat milikku. Aku sudah tak tahan lagi. Aku merintih lirih, memohon agar segera dipuaskan. Derry membalikkan tubuhku, memunggungi dia, lalu dengan lembut, dia memposisikan Kejantannya kearah surga dunia milikku. Rasanya, Denyut nadi disekitar M***V ku sudah berdenyut kencang. Aku tak tahan lagi,. Aku memundurkan bo**ngku, mensejajarkan dengan kejantanan Derry, dan memaksanya memasukiku. Aaagghhh, aku melenguh nikmat. Derry terus saja menghujaniku dengan tusukan p***s nya yang memabukkan. Terlalu nikmat. Setiap gerakannya aku imbangi dengan gerakan erotis,memutar dan menjepit kejantanannya, membuat Derry terus menjerit oh yess ooh god. "Ini nikmat sekali Lia, kamu memang pintar sekali memuaskan saya. " suara Derry lirih. Dia terus menusuk dan menekanku dengan senjata kenikmatannya, dan aku terus saja menjerit dan menyebut namanya. "Derry, ooh Derryku sayang, ooh god, ooh yess. Terus sayang," Kami melupakan yang namanya Dosa, kami sedang menikmati Surga Dunia. Doggystyle, berganti dengan gaya tengkurap, dengan Derry tidur diatas punggungku. Ya tuhan, ini nikmat sekali penyatuan kedua tubuh kami. Peluh sudah mulai membasahi tubuh kami. Udara dingin yang dihasilkan oleh penyejuk udara Hotel, rasanya tak sanggup mendinginkan gelora penyatuan kami yang begitu panas. "Mas,ayook ditekan mas, aku mau keluar mas, ayook mas Derry... Aaaarrgghh"aku menjerit dan meremas tangannya, ketika orgasmeku tiba. Rasanya, luaaar biasa karena Derry juga sudah mencapai nikmatnya. Dia menekan kuat lubang kenikmatanku, dan melepaskan s**manya. "Lia, kamu lagi gak subur kan? Aku gak sanggup menarik senjataku dari punyamu itu" Derry Bertanya lirih. Aku mengangguk, mengiyakan kalau aku lagi tidak sedang berada dalam masa subur. Maklumlah, kami pasangan selingkuh,yang akan saling memuaskan urusan s*x. Tanpa rasa ingin memiliki. Kami parther s*x, yang tidak akan saling mencampuri urusan pribadi masing-masing. Kami teman kerja, dan teman ranjang. "Lia, jangan pulang dulu yah, aku masih mau menikmati tubuhmu" ucap Derry lirih. Aku hanya tersenyum,menandakan kalau aku juga masih menginginkan Derry dalam pelukanku. Masih menginginkan cumbuannya dan sentuhannya. Kami lalu tertidur dalam posisi saling berpelukan. Aku menatap wajah teduh mas Derry. Dalam hatii aku membatin, seandainya dia masih sendiri, sudah aku buat nyaman dan kemudian kujadikan milikku sendiri. Selamanya. "Kenapa Lia? Kamu mau lagi?" ucapnya menggodaku. Aku mengangguk. "iya mas, aku mau lagi, tapi aku diatas yah? Pintaku manja. Mas Derry meremas hidungku, kemudian mencium bibirku mesra. Dia lalu menggendongku, mendudukkan aku dipangkuannya, sambil mengulum lembut putingku. Ooohh, ini nikmat sekali. Aku tak sabar, menggoyangkan pinggulku, kekiri dan kekanan, memanjakan kejantanan Mas Derry yang sudah menancap dalam ke lubang kenikmatanku. "Oh s**t, Lia, oh Lia, kamu sangat memabukkanku. Punyamu masih nikmat, menjepit pen*sku Lia." kamu meracau tak karuan. Aku memeluk lehermu,mengarahkan bibirmu kearah putingku. Dan kamu paham, memainkan lidahmu disana. Menyapunya dan memilin pelan putingku, sambil sesekali kami menghisap lembut puncak bukit kembarmu secara bergantian. "Mas, aku suka banget gaya ini, nikmat sekali maaaass" aku tak dapat menahan rasaku, kupeluk erat punggung mas Derry, menekan kuat lubang kenikmatanku. Penyatuan kami lembut, tetapi memabukkan dan menjadi candu. Ukuran kejantanan mas Derry, jauh lebih besar dibandingkan mantan pacarku dulu, waktu kuliah. Yah, aku sudah kehilangan keperawananku, saat dibangku kuliah. Aku anak kost, yang merantau jauh dari kampung halamanku. ***** Sedang menikmati perjalanan pulang, setelah percintaan panas kami di Hotel tadi, Mas Derry memilih mengantarku pulang, ke rumah sewaku. Hujan rintik mulai turun, tangannya tak henti membelai rambutku, tiba-tiba, hati ini rasanya seperti teriris tipis, saat terdengar suara lembut Chrisye, lagunya dimainkan oleh mas Derry di audio mobilnya. Resah rintik hujan..... Yang tak henti menemani..... Sunyinya malam ini..... Sejak dirimu jauh dari pelukan..... Selamat jalan kekasih.... Kejarlah cita-cita..... Jangan kau ragu tuk melangkah... Demi masa depan dan segala kemungkinan.... Jangan kau hiraukan Air mata yang jatuh membasahiku... Dst,.... Aku tak bisa menikmati lagi irama lembut lagu Chrisye. Pandanganku melambung jauh, jauuuuh sekali meninggalkan ragaku yang sedang terduduk di sampingmu. Rintik air hujan, yang bergulir perlahan di kaca mobilnya,tertiup angin dingin, semakin menambah sempurna kegundahan dan kegalauan dalam sanubariku. Tanpa sadar, air mataku menetes. Dia rindu istrinya. Sial. Tepat tiga bulan yang lalu, istri mas Derry berangkat ke Kota lain, karena harus menempuh pendidikan untuk kenaikan posisi jabatannya. Dia berangkat, dengan membawa serta anak mereka, karena masih Balita. Mbak Ria, demikian aku menyapanya, sangat lembut dan penyabar. Senyum manisnya tak pernah lepas dari bibirnya. Kalian memang sempurna sebagai pasangan suami istri. Dia cantik, keibuan dan punya karier bagus dikantornya. Sedangkan kamu, Mas Derryku, demikian aku memanggilmu, adalah seorang kepala Divisi ditempat kita bekerja. Dan aku, kepala bagian admistrasi dikantor ini. Jadi, kita sangat sering berhubungan dalam hal pekerjaan. Aku tau, kamu sedang kesepian. Kamu butuh teman cerita,bahkan mungkin, kamu rindu pada istrimu. Rasa nyaman di kantor, saat ini kamu bawa, kamu giring perlahan, masuk kedalam kehidupan pribadimu. Kau bawa serta diriku,tubuhku dan hatiku, jatuh kedalam buaian dan perhatianmu. Kamu menginginkan aku, untuk menjadi segalanya bagimu, saat ini,selama istrimu, tidak berada disisimu. Aku mengagumi dirimu, yang sangat sayang pada keluargamu. Kamu,suami siaga. Selalu menyempatkan untuk mengantar dan menjemput anakmu, kemana dia mau. Saat weekend tiba, kamu tidak pernah mau diganggu urusan kerjaan. Kamu hanya fokus ke anakmu. Hal ini, membuat aku pernah tanpa sengaja, berkata: "Aku menginginkan calon suami seperti kamu mas". Saat itu, kita masih teman kerja. Mas Derry adalah figure suami idaman. Banyak temam sejawat yang sering menggoda mas Derry, tetapi dia tak menggubrisnya. Dia tetap menjadi suami terbaik, menurutku. Tidak pernah terdengar, gosip atau berita Mas Derry punya gebetan diluar kantor, dia mencitrakan dirinya sebagai suami Siaga. Suami bahagia, suami penyayang istri. Tetapi semua berubah, saat mas Derry ditinggal oleh Istrinya, sekolah keluar kota. Mas Derry berubah menjadi sangat perhatian padaku.Perhatian-perhatian kecil, yang sangat menyentuh perasaanku, seperti membawakan segelas Capucino panas disaat hari hujan,menawarkan sebungkus coklat Silver Queen disaat kerjaanku menumpuk, dan menyediakan driver untukku, ketika harus terburu-buru mengejar pak Direktur kita yang suka seenak udelnya, membuatku mulai merasa Nyaman. Perlahan, kita mulai dekat. Suka cerita, bercanda dan bergosip seputar kerjaan, teman dan pasangan selingkuhan di kantor kita. Hingga suatu hari,dua bulan yang lalu,kita harus Dinas luar kota bersama. Kamu menggantikan pak direktur, dan aku, menjadi asistenmu, selama seminggu. Rasa nyaman, berubah menjadi percik-percik api kecil,dalam dadaku. Kamu sering sekali bercanda,atau serius, aku tak bisa membedakan, menyebut aku,wanita yang sempurna. Secara bentuk tubuh, aku memang "Lebih" dari istrimu. Body seperti gitar spanyol,kamu bilang. Montok, enak dipeluk. Sedangkan mbak Ria, dia Langsing, mungil,tanpa tonjolan pada bagian tubuh tertentu. Aku paham, kamu butuh belaian. Kamu rindu istrimu,tetapi, kamu menginginkan aku untuk menggantikan peran mbak Ria, menjadi istri untuk urusan ranjangmu. Dan aku tak bisa menolaknya. Aku butuh lelaki untuk memuaskan urusan biologisku juga. Dari sananya semua bermula. Rasa nyaman, kemudian berkembang dengan sentuhan. Tanpa disengaja, saat akan memasukin lift Hotel, Mas Derry melindungiku dari beberapa pria yang akan masuk ke Lift. Tangan Mas Derry, memeluk pundakku, seperti melindungi pacarnya. Setelah keluar dari Lift, Mas Derry menggandeng tanganku dan mengantar aku ke kamarku. Aku diam saja saat mendapatkan perlakuan mesra mas Derry. Aku menikmatinya. Setiba didepan pintu kamarku, mas Derry meminta kunci kamarku, membuka kunci pintu, meletakkan kartu kamar pada tempatnya dan menghidupkan lampu kamar. Aku masih kaget dengan perhatian dan perlakuan lembut mas Derry. Aku melangkah melewati mas Derry, membuka tirai jendela kamarku dan menatap jauh keluar. Menatap Indahnya bangunan tinggi kota Jakarta. Mas Derry berdiri tepat dibelakang tubuhku. Aku sadar mas Derry berada tepat dibelakang tubuhku. Ada rasa hangat memenuhi sekujur tubuhku. Mas Derry memberanikan diri memegang pinggang rampingku. Aku tidak menolak. Aku memejamkan mataku. Tangan mas Derry sudah masuk ke balik kameja putih yang aku pakai. Karena aku tidak menolak ataupun melawan, Mas Derry memberanikan diri menyentuh payudaraku. "Aakkhh.." Desahanku lolos begitu saja. Derry lalu menarik lembut perutku, menempel pada tubuh Derry. Ada yang terasa mengeras di s**********n Derry. Sepertinya ukurannya besar, gumanku. Ah, aku penasaran dengan ukurannya. Aku membalikkan tubuhku, menghadap Derry. Tatapan kami bertemu. Mataku sudah berkabut nafsu. Kancing bajuku sudah terbuka seluruhnya. p******a putih mulus dan berukuran besar itu menyembul sempurna dari balik bra hitam yang aku gunakan. Derry menarik tengkukku, mendekatkan bibirnya dan mencium lembut bibirku. "Lia, maukah kamu menjadi wanitaku?" Bisikmu lembut. Aku mencium lembut bibir Derry, membiarkan lidah Derry bermain di rongga mulutku. Bra hitam yang menutup payudaraku sudah terlepas. Derry kemudian melepaskan rok dan juga under wear hitam yang aku gunakan. Sudah tak ada lagi sehelai benang yang menutup tubuhku. "Derry, kamu bukan lelaki pertama buatku. Aku sudah tidak perawan, by the way, jika kamu berharap aku masih perawan, sepertinya kamu harus berhenti sekarang" Aku menjelaskan kondisiku, sebelum semuanya terlanjur jauh. Derry kemudian mencium bibirku, mengecup lembut payudaraku secara bergantian. Desahanku terus saja lolos begitu saja. Derry kemudian memposisikan dirinya diatas tubuhku. Kejantanan Derry sudah menegang, keras dan ukurannya itu membuatku menganga. Ukurannya jauh lebih besar dari ukuran kejantanan Indra. Derry sudah tidak bisa menahan hasrat bercintanya. Derry bersiap akan melakukan penetrasi, tetapi aku menahannya. "Mas Derry belum mengatakan apapun padaku. Hubungan seperti apa yang akan kita jalani mas?" Aku menahan d**a mas Derry. "Lia, aku sayang sama kamu, dan aku menginginkan tubuhmu. Aku tidak perduli kamu masih perawan atau tidak, aku hanya menginginkan kepuasaan s****l. Dan aku tau, kamu juga butuh ini kan?" tanya Derry sambil menunjukkan pe**snya yang sudah mengeras dan membesar. "Tidak ada paksaan, tidak ada kekerasan, tidak ada ikatan. Kita hanya akan saling memuaskan. Begitu kan maksud mas Derry?" aku masih mencari jawaban di mata mas Derry. "Deal. Tidak ada paksaan, tidak ada kewajiban apapun, just for s*x". Mas Derry meyakinkan aku. Jujur, aku tidak mau menjadi pengganggu dalam rumah tangga mas Derry. Dia tetap milik mbak Ria. Dari pada mas Derry mencari wanita melalui kencan online. yang tidak terjamin kesehatan dan kebersihannya, maka aku yang akan menjaga mas Derry, selama dia jauh dari Istrinya. ************** Kejantanan besar itu sudah mulai memasuki tubuhku. Penetrasi yang dilakukan Derry, membuat tubuhku menggelinjang, tegang. Wow, ukuran kejantana mas Derry benar-benar membuatku gila. Penuh sesak dibawahku. Va***aku terasa penuh sesak. Mulutku terbuka, mataku terpejam. Ini memabukkan. Derry mulai memompa pe**snys keluar masuk di lubang kenikmatanku. Derry meracau. Dia menekan kuat kejantanannya kedalam kewanitaanku yang berdenyut. "Aku gak tahan lagi Lia, maafkan aku, nanti dilanjut lagi... aarrgghh,.." Derry mendapatkan pelepasannya. "Punyamu terlalu nikmat Lia, lubangmu, payudaramu, semua memabukkan." Aku tersenyum puas dalam tidurku. Derry kembali mengumuliku hingga tengah malam. Kami sama-sama terkulai lemas, setelah penyatuan yang kesekian kalinya. Malam itu, adalah malam pertama kami tidur bersama. Dan Kisah cinta terlarang ini, masih akan berlanjut terus ke malam-malam berikutnya. Bahkan saat sang istri sudah kembali ke sisi Derry, dia masih saja mencari kehangatan dan kepuasan bercinta denganku. Dan kemudian terungkap bahwa kehidupan sexnya dengan mbak Ria, tidak baik-baik saja. *********
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN