84. Delapan Empat

1027 Kata

Bell istirahat sudah berbunyi, semua siswa siswi berhamburan untuk segera memanjakan perut yang berbunyi keroncongan, ada juga yang ingin berleha-leha untuk sekedar tidur di dalam kelasnya. Syafiq tertidur sejak pelajar kedua, entah kenapa matanya terasa kantuk setiap pelajaran sejarah, keempat sahabatnya yang audah bersiap ingin ke kantin mengerutkan keningnya memandang sahabatnya yang tertidur pulas. "Pantesan anteng banget," ujar Aimar. Adi menyelanya, "Yailah kaya gak paham aja sama si Syafiq." "Bangunin dah," ucap Aimar, mereka bertiga yang mendengar langsung saling menatap satu sama lain. "Lu aja, ogah gue di cakar," ungkap Matto. "Iya gue juga ogah kena amuk," ujar Jio. "Lu Im berarti," ujar Adi sambil menaikkan kedua alisnya, sedangkan Matto dan Jio juga menyengir ke arah Aima

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN