Sejak Kapan?

1210 Kata

MARYA menggenggam tangannya kuat. Keringat dingin mulai menitik di dahi. Aeril! Dari mana pria biadab ini tahu nama anaknya. Apakah pria ini sudah menyelidikinya? Secepat ini? Tidak! aku tidak akan kalah. Aku tidak akan mudah membicarakan perkara Aeril padanya. Dia ini biadab. Dia bisa saja mengambil Aeril dariku. Membayangkannya aku sudah tidak sanggup. Tidak, aku tidak akan membiarkan semua itu terjadi. Aku yang mengandung dan membesarkan Aeril tanpa dia di sisiku, hinaan dan cacian tidak terhitung lagi yang aku terima. Sementara dia, dimana dia kala itu? “Haris kamu bicara tentang apa ini? saya sudah bilang kamu tidak perlu sibuk urusan orang. Saya tidak ada waktu membicarakan hal yang tidak ada sangkut pautnya dengan kamu. Namun, satu hal yang saya minta... jangan ganggu saya lagi.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN