Happy reading Typo koreksi **** 'Cuma bisa pasrah sama apa yang akan terjadi ke depannya' ... author ... **** "Maafin Fathur ya, dia kemarin lupa karena ada masalah." Seru Tegar memulai percakapan. Fanny mendongak menatap pemuda itu tidak mengerti. "Maksud kamu?" Tanyanya pelan. Gadis itu sudah lebih tenang dan tidak lagi menangis, kini di gudang tersebut masih ada ketiga sahabat pemuda yang sudah meninggalkan mereka di sana bersama dengan Fanny. Tegar menoleh kearah J dan Akmal. "Gue nggak yakin elo harus tau apa nggak. Ini masalah pribadi Fathur dan setiap masalah yang bersangkut paut sama Sia tuh anak pasti lebih ngeduluin hal itu. Jadi, gue harap elo coba mengerti aja dulu Fan. Kita tau kok, seharusnya Fathur juga harus ada waktu buat elo. Mungkin semua butuh proses, elo pah

