Happy reading Typo koreksi **** 'Gue terpaksa bohong, setidaknya gue bisa mastiin kalau Fanny baik-baik aja' ... Tegar ... **** Semua pasang mata seketika tertuju menatap ke arah seorang remaja perempun yang berjalan sendirian di koridor antar kelas. Beberapa dari mereka secara terang-terangan menatap sang objek dengan pandangan cemooh dan mengejek. Dan berani berbisik-bisik di hadapan gadis itu. Dia kan woy. Duh, kok mau ya jadi pelakor. Alah ... emang cowoknya berengsek kan. Padahal dia cantik ya, tapi kok gitu. Fanny Kailana tetap berjalan santai mengabaikan apa yang di dengarnya, tidak memperdulikan sorot mata dari orang-orang yang ada di sekitarnya. Namun, tepat ketika gadis itu akan berbelok menuju kelasnya. Beberapa siswi yang sepertinya seangkatsn dengannya seketika me

