Insecure

1074 Kata

Aku menelan ludah gugup. Diam-diam bahkan menarik napas panjang, mencoba menghilangkan rasa gugup di dadaku. Bayu bukannya menyingkir malah berdiri bersandar pada pinggiran bak cuci piring. "Aku minta maaf ya, nggak bisa bantu. Kamu bahkan baru mulai kerja, tapi sudah utang di sana," ucap Bayu dengan pandangan menunduk ke bawah. Aku mematikan api kompor lalu meraih cangkir di atas rak. "Nggak apa-apa. Kan nanti juga diganti. Daripada kamu harus pinjam sama teman kamu. Nggak enak, Mas." tanganku terulur mengambil toples kopi dan gula. Bayu tidak terlalu suka kopi manis. Jadi, aku hanya memberinya gula sedikit. "Kalau lagi keadaan kayak gini, rasanya aku nggak guna banget jadi ayah." Insecure-nya kumat. Dia selalu saja menyalahkan diri sendiri jika ada sesuatu yang menimpa kami. Pada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN