cincin ruang

1146 Kata
Setelah menyelesaikan meditasiku..waktu masih menunjukkan pukul setengah enam pagi.aku beranjak menuju lemari tua milik kakek untuk memeriksa siapa tau ada barang berharga peninggalan kakek yg harus aku pindahkan. Saat sedang asik memilah Milah barang yg ada d lemari, mataku tanpa sengaja melihat sebuah kotak kayu usang yg d taruh d pojok tumpukan pakaian kakek,karna penasaran akupun mengambil kotak tersebut lalu membawanya menuju ranjang... Setelah ku buka ternyata d dalam kotak kayu terdapat sebuah cincin bermata batu hitam mengkilat dan sebuah kotak kecil yg berisi 99 jarum akupuntur emas... D bagian dasar kotak kayu terdapat secarik kertas,lalu aku mengambilnya.. ' cucuku jika kamu menemukan surat ini berarti kakek sudah tidak ada lagi d dunia ini, cincin yg ada d dalam kotak kayu ini bernama cincin ruang,cincin dan jarum emas sudah d wariskan secara turun temurun dari nenek moyangmu, teteskan darahmu ke mata cincin ruang, jika kamu berjodoh maka kamu akan mendapatkan manfaat yg sangat besar dan jika kamu tidak berjodoh maka wariskan ke anak lelaki kamu selanjutnya...' salam sayang dari kakekmu. Suryadi ningrat.. Setelah membaca surat peninggalan kakek..aku langsung melukai tanganku dan meneteskan darah ke atas batu cincin yg sudah aku pakai... Aku terkejut ketika darahku terserap masuk kedalam batu cincin,belum hilang rasa terkejutku,aku merasa dunia menjadi gelap dalam sekejap... Begitu dunia kembali terang aku baru sadar bahwa aku sudah tidak berada d kamarku..seketika aku merasa linglung dengan apa yg sedang terjadi..aku tak tau sedang berada d mana yg jelas energi d sini terasa sangat murni... Akupun berjalan menuju sebuah bangunan sederhana yg berada d samping kolam berwarna merah.. Setelah memasuki bangunan aku melihat banyak tak tak buku berjejer rapi d sebuah sudut bangunan, d dalam bangunan juga ada sebuah ranjang batu yg terbuat dari batu mulia.. Setelah memeriksa buku buku d dalam tak aku baru tau semua buku yg ada d dalam bangunan adalah buku teknik beladiri dan beberapa teknik untuk mengolah tenaga dalam... Aku makin terkejut setiap buku yg aku baca langsung menghilang menjadi cahaya dan masuk ke dalam ingatanku..kini aku baru sadar setelah membaca buku terkait informasi tentang tempat d mana aku berada... Rupanya aku sekarang sedang berada d dalam cincin ruang..akupun sudah memahami cara kerja cincin ruang... Aku kembali memeriksa beberapa buku dan membaca buku buku yg menurutku berguna untukku.. seperti buku teknik beladiri dan pengobatan akupunktur..bahkan aku juga membaca buku tentang formasi yg menurutku akan berguna suatu saat nanti.. Setelah selesai dengan apa yg ada d dalam bangunan,aku kembali keluar kali ini tujuanku adalah kolam berwarna merah,yg menurut informasi yg ada d kepalaku ini adalah kolam darah naga yg sangat berguna untuk meningkatkan kualitas otot dan tulang praktisi beladiri... Tanpa membuang waktu akupun langsung melepaskan semua pakaian yg aku kenakan lalu melompat ke dalam kolam.... " Arrrrrghhhhhh" aku terus berteriak kesakitan..karena tubuhku terasa remuk redam...entah berapa lama aku mengalami rasa sakit yg teramat sangat...hingga akhirnya berangsur angsur rasa sakit itu hilang... " Bom " " Bom " " Bom " Tiga kali aku naik tingkat setelah berendam d dalam kolam kini aku berada d tingkat atas tahap menengah..dan aku juga baru tau bahwa d atas tingkat master masih ada beberapa tingkat yaitu Tingkat prjurit.. Tingkat jenderal.. Tingkat raja.. Tingkat kaisar Tingkat setengah dewa dan tingkat dewa.. saat aku naik keatas aku cukup takjub dengan perubahan yg terjadi d tubuhku...kini aku nampak lebih berisi dengan delapan kotak d perutku. Apalagi senjataku yg menjadi lebih besar dan berotot..aku jadi membayangkan reaksi teh Puput kalo sarangnya aku masuki dengan senjataku yg sekarang...pasti dia akan mengerang tak karuan... D belakang kolam ternyata ada begitu banyak tanaman herbal yg sangat langka bahkan ada beberapa pohon buah spiritual tetapi aku belum mau mencoba memakannya karna aku baru saja mengalami kenaikan tingkat dalam semalam aku takut mengganggu pondasi tubuhku..herbal herbal ini sangat berguna bila d buat menjadi pil, Sayang d dalam bangunan tidak ada satupun buku tentang alkemis..sangat d sayangkan jika herbal herbal ini tidak d buat pil dalam menggunakannya walaupun bisa untuk berendam tapi akan lebih bagus jika d olah menjadi pil... Aku kembali berkeliling d dalam dunia cincin ruang..aku cukup takjub sekaligus senang saat melihat sungai yg d penuhi dengan batu mulia berkualitas tinggi...aku pasti akan menjadi orang paling kaya jika mengambil dan menjual batu batu yg ada d dalam cincin ruang... Setelah puas berkeliling aku kemudian fokus melatih teknik beladiri yg telah aku dapatkan.aku tak khawatir berada d cincin ruang sebab 1 hari d sini sama dengan satu jam d luar..aku masih punya cukup waktu untuk berlatih teknik yg baru saja aku dapatkan. Karna terlalu asik berlatih aku tak sadar sudah 2 hari berada d dalam cincin yg berarti sudah 2 jam d dunia luar,karna sudah setengah delapan dan sebentar lagi para pekerja datang maka aku segera memusatkan pikiranku untuk keluar dan tiba tiba aku sudah berada d dalam kamar. " Enggak berangkat ke sekolah bang..." Tanya Diwan yg sedang duduk d teras rumahku... " Semenjak kapan kamu d sini WAN...??" Ujarku balik bertanya... " Dari setengah tujuh bang,,aku panggil panggil Abang enggak keluar...makanya aku nunggu d sini...aku yakin Abang enggak ke sekolah " " Iya aku kesiangan WAN, masuk sana bikin kopi kamu pasti belum ngopi kan, sama ambilkan rokok sebungkus,kamu ambil kalo mau.." " Siap bang " balas Iwan yg langsung 86 menuju dapur... Tak berselang lama Diwan pun keluar sambil membawa 2 gelas kopi dan sebungkus rokok.. setelah menerima sebungkus rokok aku langsung membukanya dan membakar sebatang, kopi pun tak lupa aku sruput sungguh nikmat mana lagi yg aku dustakan... " Mak mu jadi d operasi hari ini WAN..." Ucapku setelah menyeruput kopi... " Enggak jadi bang..kata bapak dokter yg mau mengoperasi enggak masih ada d ibukota jadi d tunda operasi Mak.." balas Diwan dengan muka sedih... " Nanti setelah pak Ridwan datang bersama pekerja, kita ke rumah pak Rahmat..kalo aku bisa nyembuhin pak Rahmat, kamu bawa pulang ibumu biar aku mengobati ibumu..." Ucapku yakin... " Siap bang..." Balas Diwan tanpa banyak pertanyaan... Sikap Diwan ini yg aku suka..dia selalu tak banyak bicara dan membantah tidak seperti Samsul yg muka codot...tetapi Diwan sangat bisa d andalkan dalam berbagai situasi... Saat jam menunjukkan pukul 8 pak Ridwan dan 8 pekerjanya sampai d rumahku... " Libur kamu Jon...sebentar Jon kelihatannya kamu tambah berisi sekarang.kulit kamu juga tambah putih ." Ucap pak Ridwan sambil tersenyum... " Hehehehehe...iya pak..mungkin karna udah GK kerja d ladang dua hari jadi rada bersih, ini mau langsung kerja apa g mana pak..." " Langsung kerja dong...emang kesini mau main sepak bola.barang berharga udah kamu pindah semua kan.." ujar pak Ridwan.. " Aman pak...kalo mau ngopi bikin sendiri, kalo mau rokok tuh udah saya siapin d meja ruang tamu,, kalo begitu saya tinggal nyari rumput sama Diwan dulu pak..." Pamitku pada pak Ridwan.. " Beres Jon kamu terima beres saja..." Balas pak Ridwan sambil mengacungkan dua jempol. " Ayo WAN berangkat..." Perintahku pada Ridwan yg dari tadi sedang memanasi mesin mobil... " Siap bang..." Ucap Diwan yg langsung duduk d belakang kemudi...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN