Bab 29. Wanita Berambut Merah Lidia Langkah kami semakin mendekat. Mama Anne mengenggam erat jemariku. Seakan-akan ingin menguatkan. Sementara Andre terlihat gelagapan menghadapi wanita cantik berambut merah itu. Wajahnya nampak kebingungan. Sudut matanya beberapa kali melirik ke arahku dan Mama. "Ehhemm." Mama Anne berdehem seraya mengangkat kedua alisnya dan menatap tajam pada Andre. Seolah ingin meminta sebuah penjelasan. Spontan perempuan itu menoleh pada pada kami. Astaga, kalung itu. Kenapa wanita itu juga memiliki kalung yang sama seperti yang mama berikan padaku. Hanya toko emas Andre satu-satunya yanng menjual kalung dengan desain seperti itu. "Siapa mereka, Ndre?" tanya wanita itu seraya melipat kedua tangannya di depan d**a. "Hey ini rupanya artis yang terkenal it

