Satria menjerit sambil menangis sejadi-jadinya, harapannya pupus sudah saat melihat Eliana dengan perut yang buncit. Ia lalu melajukan mobilnya menuju rumah besar miliknya, Satria mempunyai usaha bengkel mobil, usahanya kian meningkat, namun apalah daya yang ia miliki tanpa adanya Eliana. "Mas Satria, " rengek Eliana malam itu, ketika Satria pulang kantor dengan kondisi tubuh yang kurang fit. "Hmm." Satria mendengar Eliana menghela napas. "Jangan terlalu kejar materi. Aku juga ingin kamu perhatikan, Mas." Satria selalu mengabaikan istrinya kala itu, dan Satria mengganti baju dan langsung tidur tanpa menghiraukannya. "Bang ihh, udah berapa kali kubilang, aku tidak begitu mengharapkan kehidupan mewah, Mas, Aku hanya ingin kita seperti dulu, menghabiskan lebih banyak waktu berdua. T

