"Mas!" Reindra menghela napas barat, lalu menatap wajah sahabatnya yang begitu pucat. "Kita hadapi bersama, El." Sesaat Eliana merasa seperti ada yang hilang. Entahlah begitu berat jika ia harus berpisah dengan Reindra kali ini. "Ayo turun kita sudah sampai," ucap Reindra menenangkan Eliana. Eliana mengangguk. "Iya, Mas." Namun, ada rasa resah yang bersemayam dihati Eliana. Kemudian ia mengingatkan dirinya bahwa memang sudah seharusnya ia mulai membiasakan diri. Agar nantinya tak terlalu sakit saat harus melepas sahabatnya ini. Eliana masuk bersama Reindra suara degub jantung yang tak beraturan menemani mereka berdua, sesaat Reindra menggenggam tangan Eliana yang begitu dingin. Reindra tahu jika Eliana begitu takut dan trauma bertemu dengan Mamanya. Wanita setengah baya sudah

