Bab 30. Uang Tidak Punya Saudara Kami berempat yang sudah siap minum dengan gelas masing-masing di tangan, mendadak mengurungkan niat dan meletakkan kembali gelas itu, setelah mendengar perkataan Antika. Kami saling pandang, apalagi Antika tertawa lebar dan terkesan menyeramkan. Oh My God, apakah dugaan kami benar, kalau kami semua akan menjadi tumbal kekayaannya. Benar kata pepatah bahwa air tenang itu menghanyutkan. Antika yang biasanya tenang dan pembawaannya kalem, kini menjelma menjadi monster yang menyeramkan. Saat ia tertawa taring panjangnya keluar, matanya besar serta merah dan kedua telinganya mengeluarkan asap. Jika benar kami akan menjadi tumbal, maka ini ini adalah hari terakhir kami melihat dunia yang penuh sandiwara ini. "Aku tidak percaya kamu menaruh sianida dalam mi

