Bab 20. Status Wa

1499 Kata

Suara gedoran pintu semakin keras. Ish, nggak sabaran amat orang ini. Kukeringkan tangan dengan lap dan gegas melangkah keluar untuk melihat siapa yang datang untuk membuka pintu, agar orang yang di luar tidak berteriak lagi. Bisa pecah gendang telinga ini jika terus-terusan mendengar teriakan itu. Aku mengintip dari dalam dengan menyibak gorden yang menutup jendela untuk melihat siapa yang datang. Aku takut untuk langsung membuka pintu karena suara laki-laki yang kudengar. Benar saja, tampak seorang lelaki yang datang. Lelaki itu memakai jaket berwarna biru dan berkaca mata. Aduh, siapa lelaki itu? Apa mungkin dia temannya Mas Yudi? Sepertinya aku belum pernah melihatnya? Tetapi, kenapa ia tahu namaku? Aku bisa melihat kalau ia tengah menahan amarah meski hanya melihat dari balik ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN