Hari dimana Willy menjalani tranplantasi sumsum tulang akhirnya tiba. Gedung yang didominasi warna putih menjadi saksi atas perjuangan Willy di tangan para ahli kedokteran. Mereka membawa asa atas kelanjutan kebahagian, sebagai perantara dari kekuasaan Tuhan pada umatnya. Karena memang pada dasarnya, manusia hanya berjalan atas seijin Yang Maha Kuasa. Butiran keringat atas usaha makhluknya akan mendapatkan penghakiman yang sesuai dari Yang Maha Adil. Ken berdiri di depan pintu ruang operasi dengan perasaan berkecamuk. Menantikan detik demi detik yang berlalu atas perjuangan sang bos tanpa absen menengok ke arah pintu. Ribuan pengendalian diri ia kerahkan agar tidak mencoba menghubungi keluarga Burgen atau Anne-- sesuai dengan perintah Willy. Membuat pikirannya dipenuhi pikiran buruk karen

