Nathan baru saja hendak mematikan mesin mobilnya, ketika Mia bertanya suatu hal, "Bagaimana kalau Megan ternyata cinta sama kamu, Nath?" "Aku cintanya sama kamu" sahut Nathan cepat dan urung mematikan mesin mobilnya. Hati Mia tak pelak berbunga-bunga mendengar jawaban Nathan. Gombal, batinnya. "Tapi bagaimana kalau dia mau jadi pacar kamu di saat terakhirnya?" Mata Nathan memicing menatap Mia, "Mau kamu aku gimana?" "Kok aku? Perasaan kamu gimana?" "Aku dan Megan hanya berteman, aku enggak bisa main-main dalam berkomitmen. Megan tahu itu. Jadi aku tahu dia enggak akan minta permintaan aneh begitu..." sahut Nathan. Mia berdecak, "Kamu setiap hari pengin ketemu Megan, Nath! Kamu takut kehilangan dia kan?" Nathan mengangguk, "Ya, aku takut kehilangan teman baik aku Mi" "Aku engga

