Bab 29

988 Kata

Pagi menjelang dan sang mentari bersinar dengan sangat indahnya. Perlahan aku mulai membuka mataku.Pening... itu yang pertama kali aku rasakan saat membuka mata. Mungkin semuanya karena aku menangis semalaman dan tidur hanya beberapa saat.Sejak mimpi tentang Evi, aku tak dapat segera memejamkan mataku kembali. Aku selalu terbayang dengan apa yang Evi katakan padaku. Aku tak mengerti siapa yang telah tega melakukan hal sekeji itu padanya. Ya... aku tahu para pemuja iblis tak punya hati, tapi haruskah mereka mengganggu orang yang telah tiada, yang bahkan dia meninggal karena mereka?Aku mencoba untuk berdiri dan meninggalkan tempat tidur. Tapi ternyata kepalaku terlalu pening hingga tak mampu untui berdiri.Kembali aku merebahkan tubuhku di atas tempat tidur, berharap kondisiku akan membaik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN