Bab 32

981 Kata

Aku menatap lekat pelayan yang berdiri di hadapanku. Ada sedikit rasa bingung di dalam benakku karena dia terlihat sangat ketakutan. "Ada apa, Pak?" tanyaku setelah cukup lama menatap dia. "Hm... anu ... anu, Mbak." "Anu apa?" "Mbak, tadi kenapa berteriak menyebut nama Evi?" Kenapa dia tahu kalau aku berteriak? Setiap kamar hotel pasti kedap udara untuk melindungi kenyamanan setiap penghuni, tapi kenapa dia bisa tahu soal teriakanku? "Memang kenapa Pak kalau saya berteriak menyebut nama itu?" tanyaku penasaran. "Mbak pengunjung baru di sini, jangan memanggilnya atau dia akan datang dengan tubuhnya yang mengerikan, hanya tengkorak dan kepala berlumuran darah!" Deg... jantungku berdegup dengan kencangnya mendengar perkataan si pelayan. Bagaimana sebuah nama saja bisa membuat ketakuta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN