Bab 17

1056 Kata

Silau... itu yang aku rasakan saat aku membuka mataku secara perlahan. Sebuah cahaya yang begitu terang benderang tepat menusuk iris mata coklatku. Aku menutup kembali kedua bola mataku dan kembali membuka secara perlahan menyesuaikan dengan cahaya yang ada di sekitarku. KelabU, itu yang aku lihat di sekelilingku. Mungkin aku telah meninggal karena kehabisan darah dan kini aku entah berada di mana. Lalu bagaimana dengan mama? Mama pasti sangat sedih dan kehilanganku. Ah... rasanya badanku sangat sakit sekali saat aku mencoba menggerakkannya. Rasanya tulang belulangku patah di mana-mana dan menusuk setiap relung daging yang kupunya. "Berbaringlah, tubuhmu penuh luka," kata seorang pria. "Aku di mana?" tanyaku kebingungan. "Kamu ada di gubukku di dalam hutan, semalam beberapa harimau men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN