Bab 36

1007 Kata

Perlahan aku mulai dapat mengendalikan semua emosiku, tangisku pun mulai reda.Aku melepaskan diri dari pelukan Hendra. Aku tak paham bagaimana aku membiarkan diriku di peluknya, padahal aku tak pernah memeluk siapapun kecuali keluarga dan tentu saja si pengkhianat itu, Wilman. "Makasih, Hen," kataku setelah aku benar-benar merasa dapat mengendalikan semua emosiku. "Sama-sama, Di." "Maaf telah membuat bajumu basah." "Tak apa lah, Di, santai saja, kamu kenapa tiba-tiba nangis seperti tadi?" "Aku ketemu Ricky dan Kak Fauzan, Kak Fauzan kembali mengingatkanku kepada dosen sialan itu." Seketika aku melihat raut wajah Hendra berubah. Raut wajahnya benar-benar tak dapat kutebak.Kembali aku teringat akan kata-kata Ricky saat setelah pemakaman Cassy dan Sandra, dia memintaku untuk berhati-hat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN