"Ini maksudnya? Apa, sih, maksudnya si Lala ini?" tanya Lucky pada Arga, tangannya tetap memegang surat yang Lala tujukan untuk dirinya itu dengan wajah bingung, sebenarnya bukan benar-benar tidak mengerti hanya saja ia ingin Arga membuatnya lebih yakin dengan maksud yang tersirat dalam surat itu. "Ya apa lagi maksudnya, Lala masih ngarep sama Lo!" jawab Arga tegas, Lucky hanya mencibirkan bibirnya tidak menganggap penting surat itu lalu menaruhnya asal di atas meja. "Sekarang Lo apa?" tanya Arga melihat Lucky yang begitu santai. "Ya mau apa lagi, yang gue lakuin cuma tinggal bilang sama dia kalau gue udah enggak sendiri dan gue enggak bisa jadi apa yang dia minta, gue enggak bisa jadi seperti apa yang dia pengenin jadi pacarnya misalnya," jawab Lucky, Arga manggut-manggut setuju.

