"Nanti, deh, gue konsultasi sama ibu peri dulu," jawab Lucky, Arga hanya terkekeh-kekeh mendengarnya mereka lalu berpisah menuju meja kerja masing-masing. Banyak pekerjaan yang terpaksa harus tertunda hari ini. Lucky kembali duduk di kursinya menyandarkan punggung, berusaha santai setelah sebuah ketegangan begitu terasa tadi. Ia tidak peduli dengan apapun yang orang lain katakan tentangnya tetapi ia merasa begitu tidak terima jika ada yang berkata buruk tentang Mika sedikit saja. Baginya menjaga Mika adalah sebuah kewajiban. Menjaga gadis itu untuk selalu baik-baik saja dalam segala hal. Lucky memijit pangkal hidungnya, berusaha meredakan pening yang terasa. Entah mengapa sejak awal hubungannya dengan Mika selalu menemui hal-hal buruk, mulai dari Leo, kecemburuan Mika pada Aqila hing

