Semakin dekat waktu pernikahan Nando dan Rindy, keduanya malah lebih sering menghabiskan waktu bersama di apartemen Nando. Jarang sekali Nando membawa Rindy keluar. Tepatnya setelah kejadian gadisnya itu menolong lelaki kurang waras tempo hari. “Kamu nulis apa sih, Yang?” tanya Nando pada gadisnya yang entah sedang sibuk menulis apa, hingga dirinya terabaikan. “Persiapan koas.” sudah? Ternyata dianggurin itu gak seenak buah yang mirip kata itu. Padahal Nando bertanya dengan posisi mengukung Rindy yang duduk menghadap meja rias. “Kamu tau gak hobi aku apa?” Nando kembali memulai topik. “Uhm, basket?” Nando tersenyum saat Rindy berhenti dari gerakan jarinya untuk meladeni nya. “No, no! Coba tebak lagi.” “Pasti bola kaki?” “Bukan juga.” “Terus hobi kamu apa?” Rindy kembali pada kegia

