XXV. Kesalahan

1470 Kata

Keadaan kamar hotel yang begitu nyaman namun terlihat remang akibat dua insan di sana belum ada yang sadar untuk sekedar menyibak gorden coklat yang menutupi jendela. Sepasang manusia itu masih bergelung dengan sang gadis—uhm, sepertinya sekarang disebut wanita—menyenderkan kepalanya nyaman sambil tangan memeluk tubuh atletis milik lelakinya. Perlahan kelopak mata Nando terbuka dengan refleks menoleh kesamping, dimana ada bidadari mungilnya tertidur pulas berbantalkan lengannya. Cup Kecupan di dahi Rindy sepertinya mengusik tidur perempuan itu. Kini iris hazel miliknya membalas sorot mata hangat Nando. Keduanya masih tetap diam. Kembali teringat peristiwa semalam yang seketika membuat pipi gadis itu memerah malu. “Nan,” “Kenapa sayang?” mereka berbicara dengan suara pelan. “K-kita

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN