XXII. A Hug

2020 Kata

Setibanya di depan rumah Rindy, cowok dengan boomber hitam dan dalaman kaos oblong abu-abu itu langsung menghampiri satpam penjaga. Sepertinya orang tua Rindy baru memperkerjakan orang tersebut. “Uhm, Rindy nya ada gak pak?” satpam dengan name tag Agus itu memicingkan mata, merasa asing dengan wajah laki-laki muda di depannya. Tak pelak ia tetap tersenyum ramah. “Temennya Non Rindy?” tanya satpam itu yang diangguki Nando. “Itu den, neng Rindy nya keluar dari jam empat tadi.” jelasnya menambahkan. “Bapak tau gak dia kemana?” “Wah, kalo itu sih saya kurang tau den. Tapi kalo emang perlu sekali, den bisa coba cari ke restoran ibu saja. Siapa tau neng Rindy disana.” benar. Suara hati Nando membenarkan. “Terimakasih ya, pak.” “Iya, den sama-sama.” Kembali cowok yang kebetulan hari ini m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN