Aiden berdiri di jembatan tempat biasa dirinya menenangkan diri. Salju masih setia menghujani kota N. Udara dingin menusuk tulang juga sendi-sendi. Tetapi semua itu tak berpengaruh pada Aiden. "Kamu dimana Cath," gumam Aiden menatap nyalang ke depan. Kini ia dapat merasakan, sesaknya kehilangan. Sesaknya di tinggalkan dan sesaknya rasa rindu ini. Beribu kali ia menguntuk dirinya yang seakan mengunci dirinya sendiri dalam belenggu itu. Benar kata Evelyn. Catherine dan Agneta berbeda, jelas kalau Catherine mencintainya. Sedangkan Agneta-? Bahkan Aiden sendiri pun tidak bisa menjawabnya. Agneta memilih bersama nya karena balas budi, tidak lebih dari itu. Betapa menyedihkannya Aiden. Bahkan ia tidak mampu membedakan mana cinta yang tulus dan mana yang hanya balas budi. Aiden menghela na

