SEMBILAN

1526 Kata
Ahra dan teman temannya pun pergi kerumah nathan tapi sebelumnya mereka pergi ketoko buah buahan utuk membeli buah untuk nathan. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan kerumah Nathan. Ahra satu mobil dengan amel & vany, mereka mengikuti arah motor dari reno dan zayn yang menuntunnya kerumah nathan. Amel memarkirkan mobilnya tepat disamping rumah nathan setelah itu vany dan ahra turun dari mobil. Ahra melihat rumah Nathan yang besar itu bahkan rumah ini 2kali lipat dari rumah ahra. Ahra berjalan kearah pintu dan mengetuknya tidak lama kemudian seorang wanita yang lumayan tua sepertinya dia art disini, si bibi membuka pintu dan bertanya. "Mau cari siapa ya non"tanya si bibi "Nathannya ada"tanya ahra "Oh ada non silahkan masuk dulu non, den.. biar saya panggilkan den nathannya"kata bibi lalu ahra dan kawan kawan pun memasuki rumah nathan. "Silahkan duduk dulu, saya panggilkan den nathannya"ujar si bibi lalu berjalan menuju kamar nathan Disisi lain... Tok tok tok "Den" "Masuk aja bi"kata nathan lalu si bibi berjalan memasuki kamar nathan. "Ada apa?"tanya nathan dengan wajah datarnya. "Itu den dibawah ada temen temennya aden"jawab bibi. "Siapa" "Itu tadi ada den reno sama den zayn terus ada 3 cewek lagi saya nggak kenal den" jawab bibi. "Saya turun" ujar nathan dengan nada dinginnya lalu sibibi pun keluar kamar nathan dan kembali menuju dapur. Saat nathan membuka pintu dan berjalan menuruni tangga. "Lah ini bocah tumben lo pake acara sakit segala"tegur reno lalu berjalan kearah nathan. "Yee bocah emang sakit ada acaranya" sambung zayn. "Ya ada lah ntar biar gue yang jadi pembawa acaranya" jawab reno dengan santainya. "b**o"ujar zayn setelah itu nathan melanjutkan berjalan dan duduk tepat di samping ahra. "Sakit apa kamu hm, sekarang gimana keadaan kamu, udah minum obat?"tanya ahra memastikan. "Cuma pusing, aku udah nggak papa kok, aku juga udah minum obat tadi" jawab nathan. "Ceilahh perhatian banget sama pacarnya"goda zayn dan dibalas tatapan mata dari ahra yang mengisyaratkan 'apaan sih lo'. "Nih kita bawain buah buahan"ujar ahra sambil menyerahkan kantung plastik yang berisi buah buahan. "Makasih ya"ujar nathan sambil memperhatikan ahra seolah olah hanya ahra lah yang membelikan buah itu. "Yee... kita kita juga ikutan beli kali, tapi yang diucapin terimakasih cuma ahra doang dasar"cibir amel. "Serasa dunia milik berdua"sambung vany. "Makasih" ujar nathan dengan wajah sedatar datarnya. "Dasar"ucap mereka ber4 bersamaan. "Lah gue udah ucapin terimakasih kurang apalagi coba"ujar nathan sambil memandangi teman teman Ahra. "Iye iye"jawab mereka serempak. Tiba tiba terdengar suara pintu terbuka dan dilihatnya ternyata kevin. "Widihh ada acara apaan nih rame banget"kara kevin sambil berjalan ke arah sofa. "Ga ada acara apa apa kok kak ini cuma iseng aja pengen main sambil jengukin nathan"kata reno. "Ouhh, ya udah lanjutin aja gue keatas ya"kata kevin sambil berjalan menaiki tangga dan memasuki kamar yang berada tidak jauh dari kamar nathan. Setelah itu hening beberapa detik. "Kalian kalo laper atau haus ambil aja didapur"ujar nathan sambil berdiri dan menggandeng tangan ahra. "Mau kemana?" tanya mereka serempak. Tetapi tidak dijawab oleh nathan dan melanjutkan berjalan dengan posisi menggandeng tangan ahra. Setelah menaiki tangga nathan membuka knop pintu setelah itu masuk begitu juga dengan ahra. "Ngapain kita kesini?" tanya ahra. "Ya gapapa sih cuma dibawah berisik"jawab nathan lalu berjalan kearah balkon kamarnya dan diikuti oleh ahra. "Em mama sama papa kamu kemana, kok dirumah ini cuma ada kamu, kak kevin sama pembantu doang"tanya ahra memecah keheningan. Dan nathan hanya menghembuskan nafasnya kasar. "Apa aku harus jawab pertanyaan kamu"tanya nathan dengan nada dingin. "Emm aku kan cuma nanya aja, kalo ga dijawab juga gapapa kok"kata ahra sambil tersenyum. Setelah itu nathan hanya mendengus kesal sambil mengusap lembut rambut ahra. "Mereka kerja dan mereka jarang ada di rumah"jawab nathan lalu Ahra menganggukkan kepalanya mengerti, dan tiba tiba pintu kamar nathan terbuka dan mendapati reno yang berdiri sambil menutup kakinya rapat rapat seperti menahan sesuatu. "Ehh sorry ganggu"ujar reno saat membuka knop pintu kamar nathan. "Ngapain lo?"tanya nathan. "Gue pinjem kamar mandi lo ya than bentar aja pliss gue gatahan nih"ujar reno sambil menggesek gesekan kakinya sambil menutupnya rapat rapat. " dibawah kan ada"kata nathan. "Ituh..apa.. Lagi dipake bi siti, waduhhh nathan gue pinjam bentar ga bisa nahan nihhh udah di ujung" ujar reno sambil lari terbirit b***t menuju kamar mandi nathan. Sedangkan yang punya kamar mandi hanya melongo melihat reno yang lari terbirit b***t tetapi tawa ahra pecah disitu. "Hahah temen kamu kok gitu banget sih hhhh" ujar ahra sambil terkekeh geli. "Tau, ngidam apaan ya emaknya dulu pas lagi hamil reno"ujar nathan sambil menggeleng gelengkan kepalanya. Dan ahra hanya terkekeh. Setelah itu hening. "Eh ra lihat deh diatas tuh ada apaan"Kata nathan memecah keheningan. "Ada apa?"tanya ahra sambil melihat kearah yang ditunjuk nathan. "Mana ga ada apa apa"sambung ahra lagi dan saat dia ingin menoleh kearah nathan tiba tiba Cup... Ciuman lembut dari nathan mendarat tepat di bibir ahra 1 detik.. 2 detik.. Nathan melepaskan ciumanya setelah itu terlihat jelas bahwa ahra menutup mulutnya dengan tangannya sambil memalingkan wajahnya,sudah bisa dipastikan bahwa kini pipinya pasti sudah merah. "Ih kamu apa apaan sih maen nyosor aja"kata ahra sambil memukul mukul nathan. "Ya enak aja gitu hhh jadi pengen cepet cepet halalin dah"ujar nathan sambil mencubit pipi ahra yang sudah memerah. "Apa sih sekolah aja belum lulus udah mau halalin segala huhh emang akunya mau dihalalin sama kamu?"kata ahra. "Ya mau lahh"ucap nathan dengan pedenya. "Ihh tau darimana aku mau, pede banget sih" ucap ahra sambil terkekeh. "Ya pede lah kamu kan sayang sama aku iya kan"jawab nathan lagi. "Kerjain ah"batin ahra. "Nggak tuh, aku kan cuma sayang sama....................park chanyeol exo" kata ahra sambil senyum senyum. "Hahh emang siapa dia"tanya nathan dengan syok.nya "Dia itu Chanyeol salah satu member EXO dari agensi Sm Entertainment di korea selatan, rappernya EXO, yang buat aku jatuh cinta sama dia itu karena dia ganteng.. Multi talent lagi terus abis it---" Belum sempet ahra melanjutkan perkataannya nathan menyahutnya. "Udah udah gangerti aku korea korea apaan" "Nih lihat aja fotonya gantengkan" Ucap ahra sambil menunjukan salah satu foto chanyeol yang ada di ponselnya. "Cihh apaan, badan aja kayak sapu lidi begitu masih gantengan juga aku, keren juga keren aku, body juga masih bagusan punya aku"kata nathan yang mampu membuat ahra emosi. "Nih lihat aja perutnya ada roti sobeknya kamu bilang kayak sapu lidi kamu kali" Cibir ahra emosi sambil menunjukan salah satu foto chanyeol yang bertelanjang d**a. "Ohh jadi..kamu mau lihat punya aku hm" Goda nathan sambil membuka bajunya. Belum sempet baju itu terbuka ahra menahannya terlebih dahulu. "Eh ngga ngga jangan"kata ahra sambil menurunkan tangan nathan yang hampir membuka pakaiannya, sekarang keadaan nathan masih dengan baju setengah terbuka. Dan tiba tiba. "Than ma..ka..sih YA AMPUN THAN LO NGAPAIN HAHH ANJIRR RA LO GA PAPAKAN GA DIAPA APAIN KAN HAHH ASTAGA NATHAN"teriak reno setelah keluar dari kamar mandi nathan. "Anjirr lo bisa diem gak sih, ganggu mulu keluar ga lo, gue lempar pake vas ini mau hah"kata nathan dengan nada emosi sambil mengangkat satu vas bunga yang berada dibawahnya. Tanpa berfikir lagi reno pun lari terbirit b***t keluar kamar nathan. Lagi lagi ahra terkekeh melihat kejadian ini. "Turun yuk"ajak ahra "Yahh aku kan masih pengen berdua sama kamu"kata natha manja. "Besok kan masih ada waktu, eh btw kamu besok sekolah?"tanya ahra. "Iya huhhh, ya udah turun yuk"jawab nathan dan dibalas anggukan oleh ahra setelah itu mereka turun. Tidak lama kemudian setelah mereka duduk munculah seorang laki laki dari balik pintu depan tidak lain adalah papanya nathan "Sore om"sapa teman teman kepada papanya nathan tetapi nathan hanya memandangnya sebentar lalu mengalihkan perhatiannya ketempat lain. "Eh ada teman temannya nathan kok tumben rame rame gini?"kata vian papanya nathan "Ehehe cuma pengen main aja om sekalian silaturahmi kan udah lama kita ga kesini" Kata reno melirik zayn lalu berdiri untuk bersalaman. "Ya udah lanjutin lagi om mau ambil berkas dulu ya" Jawab om vian dan diangguki oleh semuanya kecuali nathan. Setelah itu mereka kembali bercerita cerita sambil sesekali tertawa karena mendengar beberapa cerita konyol dari reno, selang beberapa menit vian keluar dari kamarnya dan menuju ruang tengah. "Nathan papa balik dulu ya"kata vian kepada nathan. "Ya udah balik aja sekalian ga usah pulang pa"jawab nathan emosi lalu memalingkan wajahnya. Sedangkan teman temannya melongo mendengar jawaban dari nathan. "Nathan kamu itu ga sopan banget" Bisik ahra yang berada disamping nathan. Dan terlihat jelas bahwa kini wajah vian seperti menahan emosi dan pergi keluar begitu saja. "kamu kenapa gitu sih sama papa kamu sendiri itu gaboleh nathan" ucap ahra lirih disamping nathan. "Udahlah kamu gabakal ngerti semua ini"jawab nathan sedikit emosi. "Em ya udah than kita pamit aja kali ya udah sore juga"kata zayn "Iya kita pamit ya"sambung amel dan vany setelah itu mereka semua berdiri begitu juga dengan ahra. "Tunggu"kata nathan sambil menahan tangan ahra. "Kalian tunggu ahra didepan aja bentar"kata nathan lalu diangguki oleh amel dan vany. Setelah mereka keluar. "Mau ngapain?"tanya ahra. "Aku masih pengen sama kamu"jawab nathan. "Kan ga enak itu semua udah nungguin didepan"kata ahra "Hm ini dulu dong"jawab nathan tersenyum sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah bibir. "Ngga mau ya dasar m***m"kata ahra. "Ya udah ga boleh pulang kalo gitu" "Kamu nyebelin banget sih" "Cium dulu dong"kata nathan sambil memajukan bibirnya.setelah beberapa detik ahra berpikir akhirnya ia memutuskan. "Ya udah merem"tanpa basa basi lagi nathan merem dan..... ..................
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN