28. Hopeless

1917 Kata

Sean membuka matanya perlahan, dia menggeliat dan kemudian gerakannya terhenti ketika tidak melihat Risya yang sudah tidak ada di ranjangnya. Jam sudah menunjukkan pukul 06.30 dan Sean harus segera mandi untuk berangkat ke rumah-sakit. Pukul 08.00 nanti akan ada operasi pasien yang di pimpinnya. Setelah Sean mandi dan berpakaian rapi, dia melangkah keluar kamar. Begitu keluar dari kamar, Sean sudah mendengar suara tawa dari arah dapur. Sean melangkah ke dapur, dan sudah melihat Risya dan Evelyn yang berada disana. "Oh, selamat pagi." Ucap Risya begitu melihat Sean yang melangkah ke ruang makan. Sean tersenyum, menatap Risya yang memakai celemek warna putih. "Selamat pagi." "Sean, aku senang kalau Risya selalu ada di apartmen ini. Akan selalu ada sarapan enak dari Risya setiap pagi." U

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN