"Sama saja aku akan jadi selingkuhanmu." Ungkap Athayya. Athayya kembali menatap iris mata cokelat yang menatapnya dengan dalam. Beberapa detik yang lalu, Sena memohon kepada Athayya agar hubungan mereka tidak berakhir dan meminta Athayya untuk menunggu sampai Sena akan menceraikan Grace. Sena menghela napas, lalu menarik tangan Athayya dengan lembut dan menggenggamnya. "Athayya, tolong jangan egois." "Jangan egois katamu?" Athayya melemparkan tatapan tajamnya. "Kamu yang egois, Sena." "Kamu yang memulai awal hubungan kita ini. Kamu yang memintaku untuk selalu bersamamu walau ternyata itu detik-detik kamu akan menikah. Dan sekarang? Kamu masih memintaku untuk bersamamu walau kamu menikahi Grace." Athayya mengulum bibirnya. Menahan isak tangis yang akan merebak. "Kamu sudah menyakiti a

