7. Realita

2646 Kata

Athayya merasakan bibir itu lagi. Bibir Avi Sean yang menciumnya beberapa hari lalu. Diluar kendalinya, Athayya membiarkan Sean menciumnya, seolah memberi kehangatan dan membuat dirinya tenang. Tanpa sadar tangan Athayya bergerak membelai punggung Sean, lalu naik mengelus rambutnya yang hitam kecoklatan. Memasukkan sela-sela jarinya untuk meremas rambut tebal Sean. Membuat Sean lebih tertantang dan memperdalam ciumannya. Sialan, sialan, sialan! Sean is a good kisser! Umpat Athayya dalam hati. Athayya hilang kendali. Sehingga mempersilahkan Sean menciumnya habis-habisan.Bila Sena adalah lelaki yang hebat diranjang dan bisa membuat Athayya puas dengan setiap sentuhan yang diberikannya, Sean lain dengan kembarannya. Sean adalah pencium yang handal. Yang membuat siapa saja yang diciumnya te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN