Jadi ngintilin gua, gua jalan dia ikut jalan, gua berhenti dia berhenti. Itu gua lihat matanya doang, jelas banget, sebab saat itu gua pakai headlamp juga," kata Farhan.
Menurutnya dua cahaya seperti mata macan itu, jarak dengan dirinya hanya 5 hingga 7 meter.
"Jadi setiap gua jalan, dia ngikutin, gua berhenti dia ikut berhenti, gua udah ngelihat, gua jalan dia ngikut terus, kayak gua ngerasa mungkin apa ini yang ngejaga gua," kata Farhan.
Saat itulah tidak ada rasa takut, karena kata Farhan, saat itu berpikir itu adalah sosok khodam yang menjaganya.
Dan yang anehnya itu, setiap gua berhenti dia, dia ngikut berhenti, gua jalan ngikut jalan, akhirnya pas sampai tikungan yang akan begini belok ke kanan kayak ada ranting pohon, gua manjat, gua duduk, udah gua nggak ngelihat lagi (sosok dua cahaya macan itu)," tutur Farhan.
Tiba-tiba, kata Farhan, dibelakang tempatnya duduk terdengar suara menangis. Saat itulah, dirinya yang mulai peka terhadap hal astral.
"Saat itu gua ngerasa nggak ada pendaki lain, saat itu juga kan bohong juga bilang sama orang basecamp naik berdua padahal temen gua ini cuma nganter sampai gapura aja," katanya.
Saat itu, kata dia, temannya hanya berpesan agar berhati-hati dengan istilah 'bawa badan lo', saat itu dirinya mengangguk dan janji mengabari besoknya setelah turun dari Gunung Salak.
"Gua nyari warnet, karena saat dulu masih santri komunikasi hanya lewat warnet menggunakan f*******:, chat chatan, komunikasinya dari situ," jelasnya.
Singkat cerita, saat itu dirinya sudah tidak menemukan pos 2. Bahkan ia mengetahui bahwa saat itu sudah jam 1 malam.
"Gua belum ketemu pos. Nah pas jam 1 itu ada nenek-nenek ngedatengin lewat depan muka gua lewat, tapi gua tegor nggak ngejawab, 'nek sendiri' gua bilang," kata Farhan.
Menurutnya, sosok nenek itu saat disapa hanya menengok dan tersenyum saja. Seketika saat itu dirinya tidak terlalu takut, karena belum berpikir bahwa itu adalah sosok makhluk astral.
"Sempat kepikiran juga sih, nih orang ada tengah malam, jam segini gitu. Itu emang posisi gua udah capek banget, jam 1 belum ketemu pos 2, akhirnya gua pikir udahlah, gua paksa untuk jalan terus," kata Farhan.
Mendaki Secara Ghaib Bertemu Kakek yang Makamnya di Puncak
Kisah pendaki Gunung Salak selalu menarik untuk disimak, khususnya yang menyangkut mistis. Seperti yang dialami Maya Azka Azharia mengklaim naik gunung yang ada di Bogor itu secara ghaib.
"Sebelumnya gua dapat mimpi, memang suruh silaturahmi ke Gunung Salak," ungkap Maya
Hanya saja, lanjut Maya, karena pendakian kali ini ke Gunung Salak, Bogor yang dianggap angker dan kental mistisnya membuat dirinya berpikir ulang.
"Apalagi orang kayak gue, yang sensitif, kalau bukan sama orang-orang yang paham (Gunung Salak) banget gua nggak akan berani naik," tutur Maya.
Bahkan, kata Maya, sebelum menceritakan kisah pendakian ke Gunung salak ini dirinya berkali-kali mendapatkan mimpi.
"Disuruh ke sana untuk silaturahmi, cuma gua masih belum berani karena memang belum ada teman,"
"Dari situ gua diundang untuk datang ke daerah Bogor sama abdi dalem sana, gua diundang untuk silaturahmi kesana," ungkap Maya.
Ternyata dirinya tak secara sadar raga sukmanya hendak mendaki Gunung Salak.
"Kalau ini tuh nggak, karena beliau sendiri yang kuburannya itu ada di Puncak Gunung Salak, itu masuk ke dalam badan gua komunikasi, dan gua diajak dan diberi benda pusaka," kata Maya.
Sebelumnya, Maya didatangi dua lelaki tua yang wajahnya bercahaya.
"Dibilang silau, silau, cuma soft gitu nggak bikin kita melihatnya itu dibikin sakit mata atau gimana," ucap Maya.
Lantas, kata Maya, sosok dua lelaki tua itu ada seorang wanita yang mengikuti dibelakangnya.
"Cuma dandanan pria tuanya ini itu, bisa dibilang kayak berbulu gitu mukanya, kayak hewan gitu lah."
"Itu lebat banget, sampai gua berpikir itu sosok jin, biasanya yang datang kalau tampilan serem gitu, gua nggak berani buat komunikasi," ungkap Maya.
Kemudian, kata Maya, dua lelaki tua itu mengucapkan salam, akan tetapi oleh dirinya tak dibalas.
"Tapi gua diemin, karena gua bingung, ini orang siapa, terus tempat yang gua datangin itu, tempatnya itu persis kayak di Puncak Gunung Salak I (Puncak Manik)," tuturnya.
Hanya saja, kata Maya, terasa aneh di Puncak Gunung Salak I itu ada pohon-pohon pinus.
"Kalau itu (dalam mimpinya) banyak banget pohon pinus, terus auranya itu kayak bisa dibilang, bukan siang bukan malam," kata Maya.
Sehingga suasananya cukup sejuk, bahkan udaranya seperti di atas Gunung Salak, hanya saja dirinya tak merasa yakin itu di atas gunung.
"Dia ngucapin salam lagi, sampai sebanyak tujuh kali, terus gua nggak nyapa dia sampai terakhir, dia bilang 'kenapa kamu bukan muslim'.
"Oh maaf saya muslim, saya bilang gitu terus si kakek-kakek yang berdua itu ngomong gini 'kenapa salam saya nggak dijawab' terus gua jawab disitu,"
"Terus gua tanya, maaf kakek ini siapa? saya baru lihat kakek karena dari wajahnya itu gua nggak bisa tebak. 'Nanti ada saatnya kamu ketemu sama saya' kata si kakek itu," papar Maya.
Terus Maya melanjutkan bagaimana harus bertemu dengan kedua kakek tersebut.
"Dia diam aja 'nanti pokoknya kamu ditemuin sama salah satu orang, yang ngerti dan paham tentang siapa saya' terus nggak lama dari mimpi itu gua kayak ngedenger suara kayak lutung," kata Maya.
Bahkan, tak hanya lutung, kata Maya, dirinya merasa di sekitar alam itu ada binatang lainnya dan angin.
"Cuma gua nggak ngerasain ada angin jadi benar-benar suaranya doang, terus gua nanya ini di mana. 'tempat ini yang nantinya kamu akan ketemu sama saya' terus gua bilang," katanya.
Kemudian, Maya kembali mengatakan kepada kakek tersebut bahwa dirinya telah bertemu, maka ditanya maksud dan tujuannya apa untuk bertemu.
"Terus maunya kakek apa 'saya mau ketemu sama kamu, untuk kedua kalinya tapi secara nyata' 'terus saya haru kemana' nah si kakek-kakenya ini tersenyum doang, terus kayak mundur gitu, terus tiba-tiba hilang," jelas Maya.
Bersambung...