32. Rasa Sementara

1071 Kata

Ketika pikiran merasa tak tenang, maka mata pun akan terasa sulit sekali terpejam.  Begitulah yang saat ini tengah Rasti alami.  Entah sudah berapa kali ia coba memejamkan mata, berharap dapat segera terlelap dalam buaian mimpi.  Namun sayang, kantuk yang ia damba kali ini tak kunjung datang.  Gadis itu sekali lagi melirik jam di atas meja.  Sudah hampir pukul sepuluh. Di luar, angin berembus cukup kencang. Menerbangkan gorden kamar melalu celah celah jendela.  Momen yang pas sebenarnya untuk bergumul dalam selimut.  Seperti yang sedang teman kamarnya lakukan. Bintang bahkan sudah sejak sore bersembunyi dalam selimut, sebelum para laki-laki masuk ke dalam kamar mereka.  Mereka, tidak diizinkan untuk tidur sebelum Bintang benar-benar terlelap. Katanya, untuk berjaga-jaga.  Sebenarny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN